Meningkatkan Risiko Stroke

Mengkonsumsi suplemen vitamin telah lama dianggap aman untuk meningkatkan kesehatan. Namun, satu penelitian menunjukkan bahwa manfaat mengonsumsi suplemen Vitamin E dibatalkan karena risikonya.

Peneliti, yang dipimpin oleh Dr. Markus Schürks dari Bringham dan Rumah Sakit Wanita (Boston, MA), telah mengumpulkan hasil dari sembilan studi berbeda dan menemukan hubungan antara suplemen Vitamin E dan risiko stroke. Strok secara luas dapat minyak ikan meningkatkan kesehatan dikategorikan ke dalam dua kategori: stroke iskemik (kehilangan aliran darah ke otak sebagai akibat penyumbatan) dan stroke hemoragik (perdarahan di dalam otak). Menurut hasil yang dilaporkan oleh Schürks, penggunaan Vitamin E tampaknya meningkatkan risiko pendarahan otak.

Percobaan termasuk lebih dari 100.000 peserta penelitian, setengah dari yang (59.357 pasien) menerima suplemen vitamin E murni, dan setengah lainnya (59.408 pasie pengobatan syaraf kejepit tanpa operasin) menerima plasebo; dengan demikian, ada total 118.765 peserta dengan sekitar setengah menerima vitamin E dan sisanya menerima plasebo.

Suplemen vitamin E tampaknya tidak mempengaruhi total insiden stroke. Sekitar 1438 stroke didokumentasikan pada kelompok vitamin E dibandingkan dengan 1475 pada kelompok plasebo; tidak ada perbedaan statistik antara kedua kelompok ini. Namun, ketika meninjau kejadian stroke berdasarkan jenis stroke, para peneliti mencatat peningkatan risiko yang signifikan dengan penggunaan vitamin E. Sebanyak 884 orang yang mengonsumsi vitamin E (dari 45.670) mengalami stroke iskemik dibandingkan dengan 983 relawan (dari 45.733) ) yang menerima plasebo.

Sederhananya, mengonsumsi suplemen vitamin E dikaitkan dengan penurunan 10% pada stroke iskemik. Untuk setiap 476 subyek yang mengonsumsi pengobatan syaraf kejepit tanpa operasi vitamin E, satu stroke iskemik dicegah.

Namun, para peneliti menemukan bahwa pasien yang mengonsumsi vitamin E 22% lebih mungkin menderita stroke hemoragik. Secara total, 223 stroke hemoragik (dari 50.334 peserta studi yang menerima suplemen) didokumentasikan pada pasien yang diobati dengan vitamin E dibandingkan dengan 183 stroke hemoragik pada kelompok plasebo (dari 50.414 subjek).

Ini berarti bahwa untuk setiap 1.250 orang yang mengonsumsi vitamin E, seseorang akan mengalami stroke hemoragik.

Para penulis mengingatkan bahwa vitamin E secara halus meningkatkan risiko stroke hemoragik. Ini meresahkan karena stroke hemoragik lebih sulit diobati yang berarti bahwa ada tingkat kematian yang lebih tinggi terkait dengan stroke hemoragik daripada stroke iskemik. Dokter yang meninjau literatur menyimpulkan bahwa penggunaan vitamin E secara luas oleh masyarakat umum harus dicegah.

Ada banyak cara untuk mencegah stroke selain mengonsumsi suplemen vitamin E, seperti mempertahankan diet seimbang, berolahraga, dan mempertahankan berat badan yang sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*